Masukkan isi laporan

 
 
 
 
 
 
 
Kolom dengan tanda * harus diisi.
Alamat e-mail anda tidak akan dipublikasikan.
Laporan yang anda masukkan baru akan muncul di halaman Lapor Bupati setelah disetujui oleh administrator.
Terima Kasih
-------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------
271 entries.
In'am Haidar Ramadhan from Sruwen,Tengaran,Kabupaten Semarang wrote on 30 August 2020, 11:27 PM:
Selamat malam pak Bupati,,,,izin melapor...di ujung timur desa saya (Sruwen) ada potensi alam yang indah,,,,pesona persawahan,sungai dan perbukitan sangat enak dipandang,,,mungkin pemerintah kabupaten bisa mengelola nya dengan baik,,terima kasih,,,
Admin Reply by: Junaedi
Dengan hormat, Menanggapi permintaan saudara, disarankan untuk menyampaikan dalam musyawarah perencanaan pembangunan desa (musrenbangdes) untuk kemungkinan pengembangan potensi desa dimaksud. Terima kasih.
Djoko Sulistyo from Salatig wrote on 30 August 2020, 6:24 PM:
Selamat malam pak Bupati Kabupaten Semarang. Ini tulisan saya yang keberapa .... (Saya lupa) untuk Bapak Bupati Kabupaten Semarang. Saya adalah pekerja lepas ppada pariwisata. Saya sudah tdk bekerja sejak muncul virus korona hingga sekarang. Saya sekarang hidup numpang dengan adik saya. Sudilah kiranya Bapak Bupati memberikan bantuan kepada kami. Saya punya 2 anak. Saya beralamat di Karangduren, Tengaran, Semarang.
Admin Reply by: Junaedi
Dengan hormat, Menanggapi keluhan saudara, silahkan berkomunikasi dengan tenaga kesejahteraan sosial kecamatgan (TKSK) atau perangkat desa setempat untuk kemungkinan mendapatkan bantuan sosial. Terima kasih.
Djoko Sulistyo from Kota Salatiga, Kecamatan Tengaran wrote on 29 August 2020, 6:10 AM:
Selamat pagi/ siang/ sore bapak ibu sekalian. Saya bekerja di dunia pariwisata. Saya beralamat di dsn Karangduren, Tengaran, Semarang. Akibat Covid 19, Saya sudah tidak bekerja lagi. Saya mempunyai anak 2. Mohon bantuannya Bapak Walikota, Cc ; Bapak Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. Terima kasih sebelum dan sesudahnya.
Agus widodo from Semarang kabupaten wrote on 28 August 2020, 5:06 PM:
Selamat sore bpk bupati kab.semarang yang terhormat,mohon penjelasan kenapa bantuan covid19 di kelurahan ngempon tidak merata dan hanya beberapa saja yg menerima? Terima kasih.
Admin Reply by: Junaedi
Dengan hormat Silahkan melakukan komunikasi dengan perangkat kelurahan setempat untuk mendapatkan informasi lengkap tentang bantuan sosial Covid-19. Terima kasih.
sain from kab semarang wrote on 24 August 2020, 10:11 AM:
mohon pencerahanya pak,saya sebagai warga negara tentunya tertib pajak pbb,tetapi yg saya alami mulai tahun 2017-2018 masih ada tunggakan pbb ada keterangan belum lunas sampai 2020 saat ini,padahal uang sdh di setorkan ke perangkat yg mengurusi pbb tersebut,mohon di tindak lanjuti keluhan kami,supaya tahun2kedepan tidak ada tunggakan pbb di desa karanggondang,tentunya untuk kemakmuran bangsa dan negara yang saya cintai,terimaksih
Admin Reply by: Junaedi
Dengan hormat, Menanggapi keluhan saudara, disarankan untuk melakukan pembayaran langsung ke kantor kas/kantor capem/kantor cabang Bank Jateng untuk menghindari masalah yang sama. Terima kasih.
Hana from Sumowono, Kabupaten Semarang wrote on 23 August 2020, 12:30 PM:
Selamat Siang, saya Ingin melaporkan adanya topeng monyet yang beberapa hari ini masih beraksi di Sumowono, dan mungkin di beberapa daerah lain. Topeng monyet jelas jelas merupakan tindakan penyiksaan hewan, dan memudahkan adanya penyakit tertular dari hewan ke manusia, harap agar aksi topeng monyet segera ditindak secara tegas agar tidak ada lagi tindakan kekerasan pada hewan, terimakasih.
Puji Ristanto from Genting wrote on 17 August 2020, 5:51 PM:
Selamat sore, Saya mengapresiasi jalan Sumowono - Bedono di beberapa titik sudah ada PJU. Mohon maaf perkenankan memohon dari dinas terkait meninjau mengenai kondisi beberapa titik jalan Bedono - Sumowono. Jalan Bedono-Sumowono saat ini ramai karena sebagai jalur alternatif ke Boja, Sumowono dari arah Magelang. Kondisi saat ini antara bibir jalan yang mepet dengan jurang, jembatan sempit, dan beberapa titik jalan bergelombang. Beberapa titik yang menurut saya perlu ditindaklajuti adalah jalan antara Sumowono - Kalibanger ada 1 titik bergelombang (lumayan membahayakan bagi kendaraan bermuatan dan sepeda motor, tanjakan Kalibanger dengan lubang dalam lebih dari 15 cm di pinggir jalan, bawah dusun Tompak bibir jalan mepet dengan jurang, bawah desa Genting jalan sempit kanan tebing kiri jurang, sehingga beberapa saat lalu ada kecelakaan yang hampir di tempat yang sama. Apakah juga dimungkingkan diberi marka untuk memberikan kemudahan pengguna jalan ketika melewati malam hari. Terimakasih.
dian supratikno from pringapus wrote on 14 August 2020, 5:17 PM:
terkait surat permohonan bantuan yg saya ajukan ke dinsos tampa melalui pihak pemdes bukan bermaksud melanggar etika hierarki birokrasi yg ada tp murni ketidak tahuan saya,hal itu karena situasi yg ada terkait ketidakmampuan saya dari segi ekonomi untuk membiayai pendidikan anak,maka dari itu saya mengajukan permohonan bantuan, kususnya biaya daftar ulang silahkan di cek ke fak hukum usm, soal pernyataan istri bahwa anak kami kuliah di 2 perguruan tinggi adalah kesalahanpahaman yg benar adalah calon penerima KIP -KULIAH boleh mencalonkan di 2 perguruan tinggi
Jois from Semarang wrote on 12 August 2020, 10:13 AM:
Selamat siang,mengenai pemberian insentif bagi para pedagang, apakah insentif tsb juga akan berlaku untuk kami warga kelurahan Bandungan yg sebagian besar adl pedagang sektor waisata, trimakasih penjelasannya ngih pak, mengenai informasi tsb, dan jika ada apa bagaimana cara m prosedur pendataannya trimaksih...
Admin Reply by: Junaedi
Dengan hormat, Mohon disampaikan dengan terinci apa yang saudara maksud dengan insentif bagi pedagang dimaksud? Terima kasih
Lukman from Kab.Semarang (Bergas) wrote on 12 August 2020, 8:19 AM:
Assalamualaikum. Izin Menyampaikan Informasi Tentang Pelayanan PDAM Kab. Smg Sangat tidak relevan dari segi Management& Perbaikan ketika ada Gangguan. Sekelas Kab. Smg yg Notabenya Wilayah Pegunungan, aliran air masih selalu terhambat, masih kalah dengan Kab lain di Wilayah Jateng. Air juga 1 Bulan sekali Mati (bahkan sekalinya Mati Bisa Sampai 3-4 Hari), Khususnya di Kec Bergas, Ngempon. Tinggal nunggu waktu saja, Pak Gubernur Sidak ke PDAM Kab. Smg, karena Buruknya Management Pelayanan. Dan Minta Tolong Admin bisa menyampaikan "CASE" ini ke Pihak Terkait (PDAM. Kab Smg) Terimakasih& Salam Hangat.
Admin Reply by: Junaedi
Dengan hormat. Menanggapi kelurahan saudara, kami sampaikan permohonan maaf jika pelayanan PDAM belum maksimal. Perbaikan dan peningkatan mutu pelayanan akan terus dilakukan untuk kepuasan pelanggan. Terima kasih.
Septi from Kaliwungu wrote on 9 August 2020, 8:33 PM:
Assalamualaikum bapak bupati yang terhormat saya ingin tau informasi terbaru tentang bolehkah mengadakan resrpsi pernikahan di kabupaten semarang khususnya di kecamatan kaliwungu, apabila sudah diperbolehkan apa saja sayarat dah ketentuan yg harus dipenuhi oleh penyelenggara resepsi? karena kabar dimasyarakat masih simpang siur.. mohon penjelasan yg sejelas2nya pak trimakasih
Admin Reply by: Junaedi
Dengan hormat, Diberitahukan bahwa Pemkab Semarang terus mengimbau warga untuk melaksanakan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 ini. Menggunakan masker saat beraktifitas di luar rumah, menjaga jarak dan menghindari kerumunan merupakan langkah yang harus terus dilakukan. Akad nikah tetap diperbolehkan namun diharapkan pengertiannya untuk tidak menciptakan kerumunan massa. Terima kasih
ria banuwati from kab semarang ungaran timur kel susukan siroto wrote on 7 August 2020, 10:12 PM:
nama saya ria banuwati, alamat kab semarang,ungaran timur kel susukan siroto.saya ingin melaporkan tentang kejadian yang baruยฒ ini yang di alami oleh ibu kandung saya.tentang bantuan BLT?! saya mau mintak jalan lurus nya dengan ada nya masalah yang di alami oleh ibu saya yang bernama retna asih megati. ceritanya pada awalnya dari ketua Rw memintk dokumen untuk lengkapi persyaratan pencairan dana BLT,dan ternyata pas hari H semua yang sudah di mintkan sudah cair dan punya ibu saya belum juga cair dan di tnayakan oleh ketua rt ada apa sebenrnya. dan di usut di kel, data ibu saya tidak muncul di karenakan penulisan dari ketua rw yang tindak bertnggung jawab, dan entah itu permainan dari rw nya atau gimn saya tidak tau. dan tibaยฒ tidak ada yang tau ternyata bntuan BLT tersebut dii alihkan oleh ANAK kandung nya sendiri yang berdomisili satu rt dengan ibu saya dan dia tidak bertinggl di situ dan disitu cuman numpak kk ktp aja,. dan ibu saya sama rt tindak di kelurahan dan ternya berkas yang di terima oleh pak lurahnya hanya tulisan lisan WA dan berkas tindak di terima olehh kel. dan saya mohon untuk di luruskan saja gunanya ibu sya di mintakan berkas kk ektp dan ternyta tidak cair dan di alihkan ke anaknya rwnya sendiri tu gmn mkaudnya tmpa sepengethuan rt sepihk dan tibaยฒ cair? mohon nggeh pak bu di usut kasahan lahh yang terdampak,bukan hanya semenangยฒ nya rw mengalihkan dana tersebut untuk anak kndungnya pdahl rwny juga dapet.. mohon banget di usut lahh.. ,data asli kok tidak di kirim di kel tpi hanya lisan tulis wa.. padhl pencairan itu harus pake kk asli dan ektp? ..
Budi kurniawan from Kab.semarang wrote on 6 August 2020, 10:35 PM:
Saya mengamati tentang bansos yg tidak tepat sasaran di dusun kami..wajar cemburu sosial krna yg berhak mendapat bantuan justru tdk dpt apa apa..selama ini kami tdk pernah tersentuh bantuan apapun,padahal kami rakya buruh untuk mkn saja kita susah ..krja jg gk netap
SUSI from UNGARAN wrote on 5 August 2020, 11:18 AM:
Dear Bapak Bupati, Saya sebagai orang tua protes keras dengan belajar Daring, Saya telah mendaftarkan anak saya di sekolah SWASTA dan diharuskan membayar Iuran Gedung, padahal belajar Daring, apa tidak sekalian saja sekolah libur setahun ketimbang sekolah daring tidak mendidik interaksi , cara meniru perilaku orang lain tolong menolong berbicara dengan teman. Jika sekolah tidak di buka saya akan meliburkan anak saya setahun ketimbang harus bayar Uang Gedung Sekolah yang notabene sekolah dirumah masing masing.
Tiwi from Kab Semarang wrote on 5 August 2020, 10:48 AM:
Ijin bertanya apakah memang sudah diijinkan kegiatan home visit, atau kegiatan belajar berkelompok kab Semarang? Krn saya lihat akhir2 ini bbrp sekolah mengadakan kegiatan tersebut.. bila belum diijinkan mohon dinas terkait utk membuat edaran, krn kami selaku ortu siswa bingung.. mau ikut masih takut tdk bisa menerapkan protokol kesehatan.. krn kegiatannya berkelompok lebih dari 10 orang
ORANG TUA SISWA from UNGARAN wrote on 4 August 2020, 11:23 AM:
Mohon maaf kalau sekolah swasta dengan iuran gedung yang mahal, untuk tahun ini lebih baik anak saya tidak sekolah dulu, daripada bayar uang gedung tapi sekolah online. biarlah rugi uang pendaftaran.
Lina from Bergas wrote on 3 August 2020, 4:53 PM:
Mau tanya, saya mau urus surat pindah dari kec bergas ke kec ungaran barat, proses sampai di kecamatan, di kecamatan kk asli dan ktp asli diminta, tp proses nya seminggu, apakah selama itu sampai seminggu cuman minta surat pengantar dari kecamatan ? Terim kasih
Angga from SEMARANG - UNGARAN wrote on 23 July 2020, 10:47 AM:
Assalamualaikum, Yth Pemerintah Kabupaten Semarang, menginformasikan ada jalan berlubang cukup lebar di depan SD H Isriati moenadi. Mohon dapat dilakukan pemeliharaan, karena dapat membahayakan pengendara kendaraan bermotor. Terima kasih, Wassalamualaikum.
Herry from Kabupaten semarang wrote on 22 July 2020, 7:32 AM:
Maaf pak sebelumnya ,, Kita semua melaporkan karena terjadinya ketidak meratanya bantuan-bantuan yang kami lihat, seperti BLT, dan bantuan-bantuan lainnya , saya juga merasa kesal karena adanya covid 19 saya di putus kontrak kerja dan kenapa kita sudah melaporkan kejadian tersebut malah kita di suruh melaporkan masalah kayak gini ke perangkat desa atau ke kecamatan ,kalau memang dari pihak perangkat desa dan kecamatan data data yang pantas mendapatkan bantuan itu sudah benar tidak akan terjadi yang namanya batuan salah sasaran. sedangkan tanggagapan bapak tersebut tidak ada tindakan untuk mensurvei langsung atau terjun lansung ke lapangan untuk melihat yang sebenarnya. Percuma kita lapor-lapor ,tapi tanggapannya dari bapak kayak gitu, terimakasih
Nicholas scalia from Kab.semarang desa candi garon wrote on 21 July 2020, 7:45 PM:
Bapak Bupati yang saya hormati. Saya mohon untuk bantuanya karna saya terkena dampak covid-19 sejak bukan april dikarnakan tempat bekerja saya di tutup. Saya dan keluarga saya tidak pernah mendapat bantuan apapun dari desa candi garon. Saya mohon bapak Bupati yang saya hormati Untuk bantuan nya terimakash.
Admin Reply by: Junaedi
Dengan hormat, Menjawab pertanyaan saudara, telah dilakukan konfirmasi dengan Kabid Pemerintahan Desa Dispermasdes Sdr Aris Setyawan. Disarankan saudara melakukan komunikasi dengan perangkat desa untuk kemungkinan menjadi penerima bantuan dari desa. Sebab penentuan penerima bantuan tersebut harus melakui mekanisme musyawarah desa. Terima kasih.