Masukkan isi laporan

 
 
 
 
 
 
 
Kolom dengan tanda * harus diisi.
Alamat e-mail anda tidak akan dipublikasikan.
Laporan yang anda masukkan baru akan muncul di halaman Lapor Bupati setelah disetujui oleh administrator.
Terima Kasih
-------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------
271 entries.
Gaguk Sujadmiko from Ungaran wrote on 21 January 2021, 6:23 PM:
Yth Bpk Bupati/dinas terkait Mohon bantuan mitigasi dan tindak lanjut terkait tanah retak/geser di musholla belakang RSUD Ungaran, sangat berbahaya karena akses tersebut sering dilewati warga, begitu juga langkah2 agar di lokasi sekitarnya tidak terdampak. Matur suwun
farkurrozi from semarang wrote on 18 January 2021, 5:05 PM:
Kepada yang terhormat pemerintah berwenang. saya melaporkan atas penutupan akses jalan yang menghubungkan jalan umum ke sejumlah pemukiman warga oleh oknum warga/kelompok di dusun pasekan desa pasekan kecamatan ambarawa kabupaten semarang. penutupan akses jalan tersebut di lakukan tanpa ada koordinasi kepada warga yang bermukim di lingkungan tersebut. dan di duga penutupan akses jalan tersebut sebagai tindakan intimidasi/diskriminasi kepada warga yang bermukim di lingkungan tersebut. kami mohon dari pihak pemerintah berwenang untuk menanggapi atas aduan ini.
Yokundus Ganggur from Karanganyar Tuntang. wrote on 1 January 2021, 5:47 PM:
Kepada Yth Bapak Bupati Kabupaten Semarang. Sangat memprihatinkan kasus positip covid-19 di Jateng secara umum dan Kab Semarang khususnya meningkat. Hal itu jug yg mendorong Pa Gajar memutuskan untuk menunda proses belajar tatap muka di seluruh jateng. Bagi saya keputan ini sangat baik, demi kesehatan dan masa depan generasi kita. Pertanyaan saya Pa, mengapa pelaksanaan kebijakan Pa Ganjar ini tidak ditaati oleh banyak sekolah di Kecamatan Tuntang, dari SD sampai SMA yg yidak memiliki kasus covid... Mohon perhatian Bapak untuk hal ini. Terimakasih dan Salam Sehat...
Audrey Tamara from Kabupaten Semarang wrote on 29 December 2020, 7:44 PM:
Selamat malam Pak. Keluarga Saya melakukan tes rapid lalu tes swab dan hasilnya positif covid, sudah karantina mandiri 14 hari. Yang ingin Saya tanyakan, apakah tidak ada bantuan kepada keluarga yang positif covid ?, Entah itu dalam bentuk uang, makanan, obat, ataupun vitamin ?. Pihak Puskemas Gedhangan tempat keluarga Saya melakukan tes pun tidak sigap dan terkesan cuek, membuat kami tidak yakin terhadap tes tersebut. Kami hanya diminta untuk karantina mandiri 14 hari dan mengkonsumsi makanan bergizi. Setelah 14 hari pun kami tidak dihubungi dan tidak diminta untuk tes lagi. Kok penanganannya seperti sakit biasa ya pak ?. Kami merasa dirugikan karena berita yang tersebar ke tetangga desa, kami tidak bisa berjualan, kami pun tidak mendapat bantuan. Mohon berikan penjelesan pada kami pak. Terimakasih pak.
Hisom from Paren, Sidomulyo, Ung Timur wrote on 29 December 2020, 10:15 AM:
Dengan hormat, Mohon bantuan dari kelurahan Sidomulyo dan dinas lingkungan hidup utk menegur pengusaha yang melakukan penggalian tanah di sebelah rest 4U krn cecerannya membuat kotor dan licin jalan letjend Suprapto. Wajibkan melakukan pembersihan sebelum ada yg celaka. Terima kasih.
Windriyanti from Kab. Semarang kec. Pabelan ds. Kadirejo wrote on 28 December 2020, 6:36 AM:
Assalamualaikum wr wb Pak ijin kan saya bertanya. Keluarga saya ada yang dinyatakan positif .. dan di isolasi mandiri selama isolasi mandiri itu tidak dapat bantuan dan dari puskesmas setempat pun kita minta vitamin baru di kasih.. sebelum itu sempat kepala dusun nya menawarkan bantuan berupa uang atau sembako.. setelah keluarga memilih uang ternyata jawaban nya hanya ada sembako dan harus mengajukan KTP sama KK dulu.. pihak puskesmas juga menyampaikan bahwa setelah 14 hari masa karantina itu selesai tidak ada swab lagi.. apakah bisa orang terkena covid bisa di nyatakan sembuh tanpa adanya swab lagi? Bukanya virus itu tidak bisa di lihat oleh mata telanjang manusia? Dan apa bisa hanya di amati oleh mata telanjang apakah virus itu sudah hilang dari tubuh karena sudah tidak ada gejala? Tetapi keluarga saya positif tanpa ada gejala apapun dari awal.. terimakasih
Setiawan from Ngelosari, Jombor wrote on 20 December 2020, 6:38 AM:
Assalamu'alaikum wr wb, Pak, mohon bantuannya, saya baru saja didiagnosa positif covid setelah melakukan swab mandiri. Saya inisiatif swab mandiri karena sepupu saya yg bekerja disalah satu pabrik ternyata diliburkan dan diswab juga, sebelumnya saya ada kontak dg dia. jadi ada 2 keluarga yg didalamnya ada anak kecil, lansia dan beberapa anggota keluarga lain total 9 orang yang saat ini menjadi suspect covid, mohon bantuannya untuk tracing keluarga kami, saat ini saya isolasi mandiri dirumah. Ngelosari, RT001 RW001, Jombor, Kec Tuntang. Terimakasih dan mohon bantuannya agar kasus covid tidak semakin menyebar. Wassalamu'alaikum wr wb. M Setiawan
Admin Reply by: Junaedi
Dengan hormat, Menanggapi permintaan saudara, tracing dan tracking suspect Covid-19 dilakukan oleh Puskesmas setempat. Terima kasih.
Marji from Ds. Muncar, Kec. Susukan, Kab. Semarang wrote on 20 December 2020, 2:16 AM:
Mohon bantuan Satgas Covid Kab. Semarang untuk melakukan pengecekan (rapid/swab) di Ds. Muncar, Kec.Susukan, Kab. Semarang. Karena ditemukan beberapa warga dengan gejala Covid (kehilangan penciuman & demam) tetapi tidak ada yg melapor karena tidak percaya Covid atau takut. Gejala tersebut sudah mulai menyebar ke beberapa warga. Mohon bantuanya Bapak/Ibu Satgas Covid.
Admin Reply by: Junaedi
Dengan hormat, Menanggapi permintaan saudara, kami sarankan untuk melakukan komunikasi dengan dokter atau petugas medis di Puskesmas setempat. Atau hubungi Satgas Covid-19 di tingkat kecamatan untuk kemungkinan tindak lanjut. Teriima kasih
Aprilia from Kab. Semarang wrote on 17 December 2020, 11:28 AM:
Halo pak, saya positif covid dan isolasi mandiri 14 hari dan saya sudah "merasa sehat". Di hari ke 14 saya menghubungi gugus covid dan menanyakan apakah bisa swab di puskesmas, jawabannya tidak bisa karena rumah sakit penuh, (jawaban tidak masuk akal karena saya mau swab, bukan minta dirawat dirumah sakit). jadi saya disarankan untuk isolasi 14 hari. Karena saya masih ada budget jadi saya swab mandiri. dan ternyata saya masih positif covid setelah saya isolasi 14 hari. Akhirnya saya isolasi mandiri 14 hari lagi. Tapi saya sudah tidak ada budget untuk swab ke 3 lagi dan saya tidak tau saya masih positif atau sudah negativ. Yang pasti saya butuh kembali ke aktifitas saya keluar rumah! Apakah memang pemerintah tidak menyediakan swab kembali bagi orang yang hasil swabnya jelas POSITIF covid ? Dan mau cek di puskesmas tidak bisa? saya yakin banyak orang yang tidak ada budget untuk swab lagi dan mereka masih dalam keadaan positif, dan mereka kembali beraktifitas seperti biasanya. Lalu bagaimana covid angkanya bisa menurun, jika yang JELAS positif berkeliaran. Terimakasih!
Admin Reply by: Junaedi
Dengan hormat, Menanggapi keluhan saudara, mohon dikirimkan data lengkap domisili saudara. Terima kasih.
Bondan Wicaksono from Ungaran wrote on 13 December 2020, 5:49 PM:
Kepada yth Bupati Kabupaten Semarang. Nama saya Bondan dari desa Nyatnyono Ungaran barat mewakili dari pabrik kayu export di semarang ingin mengajukan kerjasama dalam pemanfaatan lahan/tanah milik pemda kabupaten Semarang untuk penanaman kayu BALSA dimana dalam usia 4 tahun sudah bisa dilakukan pemanenan. Mohon petunjuk dan pencerahanya semoga kita dapat bekerjasama dan saling menguntungkan. Terimakasih.
Admin Reply by: Junaedi
Dengan hormat, Menanggapi penawaran saudara, silahkan untuk mengirimkan surat dilengkapi data pendukung lainnya kepada Bupati Semarang. Terima kasih
Rizky from Ungaran wrote on 9 December 2020, 2:35 PM:
Selamat Sore Bupati yang saya hormati , saya mau mengusulkan untuk dibangunkan sebuah Pasar khusus barang second . Seperti jaket , kaos , sweater , sepatu , dll . Bahwasanya di Ungaran ini belum ada pasar khusus barang second seperti yang ada di Bandung dengan pasar gedebage nya , di jakarta dengan pasar senen , pasar baru , pasar santa , dll , ada juga di temanggung dengan pasar parakan nya . Mohon direspon karena di ungaran banyak sekali penjual barang second tapi bingung mau jualan di mana karena mahalnya harga ruko dan sempitnya lahan buat dagang . terimakasih
Admin Reply by: Junaedi
Dengan hormat, Menanggapi permintaan saudara, disarankan untuk melakukan komunikasi dengan Dinas Koperasi UKM dan Perindag di nomor (024) 6921219 untuk kemungkinan realisasinya. Terima kasih
Nurul huda from Tuntang wrote on 2 December 2020, 10:05 PM:
Selamat mlm pak..saya mau tanya..adakah bantuan untuk pembuatan lapangan sepak bola..di desa kami sudah ada lahanya..kira2 kami harus mengajukan bantuan kemana..terima kasih
Admin Reply by: Junaedi
Dengan hormat, Menanggapi pertanyaan saudara, disarankan untuk melakukan komunikasi dengan Pemerintah Desa setempat untuk kemungkinan penggunaan dana desa. Terima kasih.
Golongan putih from Kab.semarang wrote on 17 November 2020, 6:48 AM:
mohon pak bupati dipertegas lagi tentang aturan baru penyelenggaraan hajatan nikah dalam situasi pandemi saya rasa belum jelas sampai masyarakat tahu bagaimana aturan mainnya dan bagaimana sanksi tegasnya sebagai contoh kota solo surat edaran baru konsep nikahnya standing party dan hidangan wajib dikemas dan hidangan dibawa pulang itu kan jelas aturan mainnya ada kalau kab semarang itu belum jelas alurnya kami saat ini belum tahu
Admin Reply by: Junaedi
Dengan hormat, Menanggapi pertanyaan saudara, telah dilakukan konfirmasi dengan Humas Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Semarang. Diperoleh informasi sebagai berikuit : 1. Penyelenggaraaan resepsi pernikahan harus mendapatkan rekomendasi dari Gugus Tugas Covid-19 tingkat kecamatan dan atau Kabupaten sesuai skala kegiatan ; 2. Penyelenggaraan di dalam gedung tertutup tetap memperhatikan protokol kesehatan dan pembatasan kapasitas 50 persen dari daya tampung maksimal. Terima kasih.
Diyatmika atmasari from Suruh wrote on 15 November 2020, 8:29 AM:
Selamat pagi pak, ijin bertanya di desa saya tepatnya dsn pranggen ds plumbon kecamatan suruh terdapat keluarnya yang saat ini statusnya masih positiv covid. Keluarga tersebut sudah dinyatakan covid sejak +- 2mg yang lalu. Ada keluarga yg di rawat di rs dan sudah pulng. Ada jg keluarga yg dinyatakan positif akan tetapi menolak untuk dirawat. Yang menjadi permasalahannya disini adalah adanya keluarga yg dinyatakan positif covid akan tetapk masih melakukan aktivitas setiap hari seperti contohnya toko bangunan yg menjafi miliknya dan lokasinya jg berada di rumah tersebut masih tetap buka dan beroperasi bahkan ada jg salah satu keluarganya jg masih keluar rumah. Beberqpa hari yg lalu sudah ada dr polisi, babinsa dan koramil yang mendatangi rumah tersebut dan keluarga tersebut sempat selama 2 hari mebutup toko akan tetapi saat ini toko sudah kembali beroperasi. Permasalahan yg selanjutnya tentang keluarga yg positif atau anggota keluarga yg kontak erat dengan yg positif tidak melakukan isolasi mandirj dengan baik dg artian masih beraktivitas seperti sebelumnya. Yang ingin saya tanyakan apakah ada tindakan selanjutnya dr pemerintah desa ataupun dr kecamatan mengingat kondisi ini sudah meresahkan warga. Mohon unguk dicarikan solusinya pak. Terkmakasih
Admin Reply by: Junaedi
Dengan hormat, Dapat disampaikan, berkaitan dengan kasus terkonfirmasi positif Covid-19, Puskesmas setempat akan melakukan pengawasan ketat terhadap keluarga dan kontak dekat pasien. Terima kasih
alfin gafar fadli from kab.semarang wrote on 3 November 2020, 6:35 PM:
selamat malam pak. maaf sebelumnya mau bertanya mengenai kartu pra kerja. untuk kartu prakerja kenapa saya daftar kok gk bisa bisa ya pak. saya kerja sambi kuliah pak. dan sekarang saya kena phk. apakah pendaftaran kartu prakerja sesulit itu ya pak. dan apakah ada solusi lain seperti blt atau bantuan umkm atau apa yang bisa saya daftarkan, karna juga sedikit pusing juga untuk mencari kerja dan berfikir membayar kuliah. terimakasih pak
Admin Reply by: Junaedi
Dengan hormat, Memperhatikan pertanyaan Saudara, dapat disampaikan bahwa pendaftaran berbagai jaring pengaman sosial tersebut dilakukan secara online. Ada mekanisme yang telah ditentukan dan dipenuhi untuk lolos seleksi sebagai penerima. Untuk kemungkinan mendapatkan bantuan sosial, silahkan menghubungi perangkat desa setempat ataupun Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK). Terima kasih.
DIAN PUTRIYOKO from AMBARAWA wrote on 3 November 2020, 11:27 AM:
selamat siang , mohon bantuannya Bapak Bupati yang terhormat . Saya bermaksud mendaftar bantuan UMKM di area Kab Semarang . Tetapi ketika saya klik link online , yang muncul selalu kota semarang , maka saya kesulitan untuk mendaftar bantuan tersebut. Adakah link bantuang untuk area khusus kabupaten semarang . mohon bantuannya . terimakasih
Admin Reply by: Junaedi
Dengan hormat, Memperhatikan keluhan saudara, silahkan klik bit.ly/BPUMkabsemarang untuk mendaftar. Terima kasih
Hisom from sidomulyo wrote on 1 November 2020, 6:55 AM:
Pak Bupati, Mohon sepanjang pinggir jalan menuju tol dari Sidomulyo ke alun2 Kalirejo serta alun2nya rumputnya dirapikan karena penuh dengan semak belukar biar sesuai dengan semboyan KABUPATEN SEMARANG SERASI. Kalaupun yg sepanjang jalan itu tanggung jawab pengelola tol namun yang memanfaatkan adalah warga kabupaten Semarang. Alun2 adalah wajah suatu kota dan menjadi tempat rekreasi dan olah raga favorit rakyat kecil karena gratis sehingga sebaiknya dilakukan perawatan secara kontinyu demi kebahagiaan warga Bapak. Kesan sekarang tidak terawat. Ayoo kabupaten Semarang jangan sampai tertinggal dari daerah yang lain. Matur nuwun
Admin Reply by: Junaedi
Dengan hormat, Menanggapi pertanyaan saudara, disampaikan saat ini sudah ada langkah tindak lanjtu dari dinas terkait. Terima kasih
Satria from Banyubiru wrote on 27 October 2020, 8:55 AM:
Selamat pagi... izin bertanya perihal bantuan BPUM. Apakah NIK EKTP yg terdaftar sebagai penerima BPUM tapi namanya tidak sesuai dgn EKTP tsb msh bisa di proses untuk tetap menerima bantuan BPUM tsb? Mohon informasinya.... terima kasih
Puji paryono from Ambarawa wrote on 26 October 2020, 8:02 PM:
Assalamualaikum,BPK bupati,saya puji paryono warga kalipawon Ambarawa..ingin mengadukan kenapa bansos di desa saya hanya dibagikan KPD org2 terdekat dari ketua RT/RW,tidak diberikan secara meratakpd semua warga Terima kasih
Admin Reply by: Junaedi
Dengan hormat Menanggapi pertanyaan saudara, silahkan disampaikan keluhan ke perangkat desa atau kelurahan atau Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) untuk kemungkinan pendataan ulang penerima bantuan. Terima kasih.
Salamul Qolbi from Kec.Bargas wrote on 26 October 2020, 2:15 AM:
Mau tanya,syarat dan cara membikin sertifikat penghargaan terhadap kesenian hadroh/rebana gimana ya,mohon infonya