Masukkan isi laporan

 
 
 
 
 
 
Kolom dengan tanda * harus diisi.
Alamat e-mail anda tidak akan dipublikasikan.
Laporan yang anda masukkan baru akan muncul di halaman Lapor Bupati setelah disetujui oleh administrator.
Terima Kasih
-------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------
820 entries.
Puji Ristanto from Ambarawa wrote on 8 March 2021, 2:33 PM
Mohon petunjuk jika akan melakukan aduan mengenai induksi samberan petir ke BTS seluler kepada siapa? 2 bulan lalu terjadi petir dan merusak beberapa alat elektronik di sekitaran BTS. Terimakasih
Emilia Jois from Semarang wrote on 3 March 2021, 5:52 PM
Maaf mau tanya pak Apakah penerima BLT umkm th 2020 masih bs menerima lagi di th 2021 Sy cek nik di eform nama sy tertera...terima kasih
Admin Reply by: Operator Lapor Bupati
Insya Allah bisa
Amara from KABUPATEN SEMARANG wrote on 3 March 2021, 2:04 PM
Selamat siang, Bapak Bupati Kab. Semarang. Perkenalkan saya Amara, disini saya sebagai warga Kab. Semarang ingin menyampaikan masukan dan pertanyaan untuk pemerintahan yang baru. Sebagai Kaum Muda saya melihat pemerintah fokus ke pembangunan secara infrastruktur tetapi kurang membangun di SDM, Jika kita melihat fenomena saat ini seharusnya Kab. Semarang bisa menjadi unggul secara SDM karena banyak kaum muda yang produktif dan kreative. Saya rasa saat ini kurang adanya apresiasi dalam kegiatan di bidang kreativitas dan inovasi secara digital, padahal untuk saat ini Indonesia berada dalam era Industri 4.0 atau sekarang juga disebut era VUCA. Saya berharap Kab. Semarang dapat unggul secara digital, agar makin dikenal masyarakat di luar Kab. Semarang, Kita bisa belajar dari Kota Semarang, contoh sederhananya Pemkot Kota Semarang membuka "LOMBA DESAIN LOGO HUT KE-474" , dari situ kita bisa melihat seberapa potensial karya dari warga Kab. Semarang terhadap pemerintahnya. Apalagi di saat pandemi seperti ini yang biasanya semarak dalam karnaval unk perayaan HUT Kab. Semarang dapat dibuat semarak juga dalam bentuk digital sehingga yang melihat bukan hanya warga sekitar tempat karnaval diselenggarakan tapi dari semua daerah yg ada di Kab. Semarang dapat mengikutinya, jadi akan terlihat lebih menarik. Pertanyaan unk Bapak Bupati --> " Apa sajakah program kreativitas di bidang teknologi unk Kab. Semarang selama periode bapak ini? dan Bagaimana program kreativitas itu dijalankan? Mohon maaf apabila ada kata yang kurang berkenan, saya pribadi mendukung pemerintahan yang berjalan saat ini, saya hanya berharap Kab. Semarang menjadi salah satu yang unggul, bisa mengapresiasi di kreativitas secara digital maupun non digital dan tidak tertinggal di bidang teknologi. Terima kasih atas perhatian Bapak Bupati Kab. Semarang, Salam hormat Amara
Eko santoso from Pringapus wrote on 13 February 2021, 10:31 PM
Selamat malam, Saya eko warga pringapus. Ingin menanyakan tentang penanganan kasus positif covid-19. Karena istri& anak saya dinyatakan positif tgl 27 januari-9februari, tapi hanya disuruh isolasi mandiri dirumah tdk ada pemeriksaan lanjutan ( tdk diberi vitamin dll), setelah tgl 9 hanya dinyatakan sehat tanpa pemeriksaan& malah disuruh swab mandiri. Apakah hal tsb sudah sesuai dengan prosedur penanganan covid? Apakah dari pemerintah memang sdh tdk ada anggaran untuk pasien covid? Apakah dinas kesehatan hanya ingin mengetahui jumlah yg positif covid saja, setelah itu hanya di data saja?
Admin Reply by: Operator Lapor Bupati
Sesuai panduan penanganan covid, apabila sudah karantina 14 hari dan tanpa gejala sudah tidak diperlukan tes swab lagi, Terimakasih
Rozak from Ambarawa wrote on 10 February 2021, 9:59 AM
Pak izin bertanya, apakah sekarang perangkat desa seluruh kabupaten semarang ada piket di pengadilan agama ambarawa pak? Sy mengantar adik saya bersidang cerai selalu melihat orang berseragam perangkat desa di pengadilan agama, sekitar 5 orng. Jika ini penyimpangan aparat mohon di tertibkan, jika ini memang program, mohon disosialisasikan
Admin Reply by: Operator Lapor Bupati
Sudah terselesaikan
Hendra from Ungaran wrote on 10 February 2021, 8:13 AM
Selammat pagi pak/bu bupati yang saya hormmati ... Saya mau menanyakan ... Adakah bantuan (BLT) untuk tahun ini trutama ?? Trus adakah syarat trtentu bagi ojol untuk mendapatkan bantuan tersebut (BLT) ??
Rudyanto, S.Si, MM from Ungaran wrote on 1 February 2021, 10:11 AM
Kepada yth. Bupati Semarang Ada lobang besar dipiggir jl. Jend Sudirman antara nissin dan pasar bababadan tampak permukaan diameter 25 cm didalamnya dimeter 1 meter dan kedalaman 70 cm. Mohon segera ditindak lanjuti sebelum ada korban
Wahyu Utomo from Kab. Semarang wrote on 27 January 2021, 2:56 PM
Yth Bpk Bupati. Mohon bantuannya untuk dapat dilakukan perbaikan jalan di sepanjang Jl. Bima, Kalongan, Ungaran Timur, dikarenakan sepanjang jalan tsb banyak jalan rusak dan berlubang. Apalagi jika hujan, permukaan jalan berlubang tertutup air sehingga rawan motor terjatuh Terima Kasih
mohamad hamzah rizad from kab. semarang wrote on 22 January 2021, 12:10 PM
nama saya mohamad hamzah rizad, alamat wonogiri 10/03, kel. papringan, kec. kaliwungu, kab. semarang. saya urus pecah kk tgl 17 desember, kk lama asli diambil oleh dukcapil. pengambilan kk baru saya di dukcapil tgl 4 januari, lalu saya urus kk orang tua ke kecamatan, dari kecamatan harus melampirkan kk asli. sementara kk asli sudah di tarik oleh dukcapil. saya disuruh buat surat kehilangan ke kepolisian (padahal kk asli tersebut ditarik oleh dukcapil). tgl 21 januari saya ke kecamatan katanya pegawai diliburkan karena psbb, tidak bisa urus kk hari itu. saya kembali lagi tgl 22 januari juga masih belum bisa karena sebagian pegawai diliburkan. mohon tindak lanjut saya meluangkan waktu buat izin kerja beberapa hari buat ngurus kk tidak selesai2
Admin Reply by: Operator Lapor Bupati
kepada pelapor.. bahwa untuk persyaratan yang harus melampirkan KK Asli dan apabila Dokumen anda sudah jadi, maka KK asli yang lama tidak boleh diminta kembali (menjadi arsip dukcapil).. untuk informasi lebih lanjut bisa Hub. WA Centre 0896-6222-1222 dan 0882-2118-0838... Terimakasih
Gaguk Sujadmiko from Ungaran wrote on 21 January 2021, 6:23 PM
Yth Bpk Bupati/dinas terkait Mohon bantuan mitigasi dan tindak lanjut terkait tanah retak/geser di musholla belakang RSUD Ungaran, sangat berbahaya karena akses tersebut sering dilewati warga, begitu juga langkah2 agar di lokasi sekitarnya tidak terdampak. Matur suwun
farkurrozi from semarang wrote on 18 January 2021, 5:05 PM
Kepada yang terhormat pemerintah berwenang. saya melaporkan atas penutupan akses jalan yang menghubungkan jalan umum ke sejumlah pemukiman warga oleh oknum warga/kelompok di dusun pasekan desa pasekan kecamatan ambarawa kabupaten semarang. penutupan akses jalan tersebut di lakukan tanpa ada koordinasi kepada warga yang bermukim di lingkungan tersebut. dan di duga penutupan akses jalan tersebut sebagai tindakan intimidasi/diskriminasi kepada warga yang bermukim di lingkungan tersebut. kami mohon dari pihak pemerintah berwenang untuk menanggapi atas aduan ini.
Yokundus Ganggur from Karanganyar Tuntang. wrote on 1 January 2021, 5:47 PM
Kepada Yth Bapak Bupati Kabupaten Semarang. Sangat memprihatinkan kasus positip covid-19 di Jateng secara umum dan Kab Semarang khususnya meningkat. Hal itu jug yg mendorong Pa Gajar memutuskan untuk menunda proses belajar tatap muka di seluruh jateng. Bagi saya keputan ini sangat baik, demi kesehatan dan masa depan generasi kita. Pertanyaan saya Pa, mengapa pelaksanaan kebijakan Pa Ganjar ini tidak ditaati oleh banyak sekolah di Kecamatan Tuntang, dari SD sampai SMA yg yidak memiliki kasus covid... Mohon perhatian Bapak untuk hal ini. Terimakasih dan Salam Sehat...
Admin Reply by: Operator Lapor Bupati
Terimakasih sudah menghubungi Kami. Semenjak Kab. Semarang di nyatakan level 2, PTM terbatas mulai diperbolehkan, siswa yang masuk baru kisaran max 50% dan pelaksanaannya juga dengan Prokes yg ketat , Dan Alhamdulillah sampai saat ini satuan pendidikan dan anak-anak terjaga dengan baik, serta di tunjang proses vaksin untuk sasaran siswa juga berjalan terus. Kami sebagai Perangkat Daerah melakukan Monitoring dan Evaluasi secara rutin. Mohon Maaf untuk ketidaknyamanannya.Terimakasih
Audrey Tamara from Kabupaten Semarang wrote on 29 December 2020, 7:44 PM
Selamat malam Pak. Keluarga Saya melakukan tes rapid lalu tes swab dan hasilnya positif covid, sudah karantina mandiri 14 hari. Yang ingin Saya tanyakan, apakah tidak ada bantuan kepada keluarga yang positif covid ?, Entah itu dalam bentuk uang, makanan, obat, ataupun vitamin ?. Pihak Puskemas Gedhangan tempat keluarga Saya melakukan tes pun tidak sigap dan terkesan cuek, membuat kami tidak yakin terhadap tes tersebut. Kami hanya diminta untuk karantina mandiri 14 hari dan mengkonsumsi makanan bergizi. Setelah 14 hari pun kami tidak dihubungi dan tidak diminta untuk tes lagi. Kok penanganannya seperti sakit biasa ya pak ?. Kami merasa dirugikan karena berita yang tersebar ke tetangga desa, kami tidak bisa berjualan, kami pun tidak mendapat bantuan. Mohon berikan penjelesan pada kami pak. Terimakasih pak.
Admin Reply by: Operator Lapor Bupati
Sesuai panduan penanganan covid, apabila sudah karantina 14 hari dan tanpa gejala sudah tidak diperlukan tes swab lagi, Terimakasih
Hisom from Paren, Sidomulyo, Ung Timur wrote on 29 December 2020, 10:15 AM
Dengan hormat, Mohon bantuan dari kelurahan Sidomulyo dan dinas lingkungan hidup utk menegur pengusaha yang melakukan penggalian tanah di sebelah rest 4U krn cecerannya membuat kotor dan licin jalan letjend Suprapto. Wajibkan melakukan pembersihan sebelum ada yg celaka. Terima kasih.
Admin Reply by: Operator Lapor Bupati
1.sudah dilakukan Pengawasan 2.kewenangan ada di DLHK Provinsi 3.sudah ada teguran kepada Pengusaha 4.Pengusaha sudah menindaklanjuti teguran dimaksud
Windriyanti from Kab. Semarang kec. Pabelan ds. Kadirejo wrote on 28 December 2020, 6:36 AM
Assalamualaikum wr wb Pak ijin kan saya bertanya. Keluarga saya ada yang dinyatakan positif .. dan di isolasi mandiri selama isolasi mandiri itu tidak dapat bantuan dan dari puskesmas setempat pun kita minta vitamin baru di kasih.. sebelum itu sempat kepala dusun nya menawarkan bantuan berupa uang atau sembako.. setelah keluarga memilih uang ternyata jawaban nya hanya ada sembako dan harus mengajukan KTP sama KK dulu.. pihak puskesmas juga menyampaikan bahwa setelah 14 hari masa karantina itu selesai tidak ada swab lagi.. apakah bisa orang terkena covid bisa di nyatakan sembuh tanpa adanya swab lagi? Bukanya virus itu tidak bisa di lihat oleh mata telanjang manusia? Dan apa bisa hanya di amati oleh mata telanjang apakah virus itu sudah hilang dari tubuh karena sudah tidak ada gejala? Tetapi keluarga saya positif tanpa ada gejala apapun dari awal.. terimakasih
Admin Reply by: Operator Lapor Bupati
Sesuai panduan penanganan covid, apabila sudah karantina 14 hari dan tanpa gejala sudah tidak diperlukan tes swab lagi, Terimakasih
Setiawan from Ngelosari, Jombor wrote on 20 December 2020, 6:38 AM
Assalamu'alaikum wr wb, Pak, mohon bantuannya, saya baru saja didiagnosa positif covid setelah melakukan swab mandiri. Saya inisiatif swab mandiri karena sepupu saya yg bekerja disalah satu pabrik ternyata diliburkan dan diswab juga, sebelumnya saya ada kontak dg dia. jadi ada 2 keluarga yg didalamnya ada anak kecil, lansia dan beberapa anggota keluarga lain total 9 orang yang saat ini menjadi suspect covid, mohon bantuannya untuk tracing keluarga kami, saat ini saya isolasi mandiri dirumah. Ngelosari, RT001 RW001, Jombor, Kec Tuntang. Terimakasih dan mohon bantuannya agar kasus covid tidak semakin menyebar. Wassalamu'alaikum wr wb. M Setiawan
Admin Reply by: Junaedi
Dengan hormat, Menanggapi permintaan saudara, tracing dan tracking suspect Covid-19 dilakukan oleh Puskesmas setempat. Terima kasih.
Marji from Ds. Muncar, Kec. Susukan, Kab. Semarang wrote on 20 December 2020, 2:16 AM
Mohon bantuan Satgas Covid Kab. Semarang untuk melakukan pengecekan (rapid/swab) di Ds. Muncar, Kec.Susukan, Kab. Semarang. Karena ditemukan beberapa warga dengan gejala Covid (kehilangan penciuman & demam) tetapi tidak ada yg melapor karena tidak percaya Covid atau takut. Gejala tersebut sudah mulai menyebar ke beberapa warga. Mohon bantuanya Bapak/Ibu Satgas Covid.
Admin Reply by: Junaedi
Dengan hormat, Menanggapi permintaan saudara, kami sarankan untuk melakukan komunikasi dengan dokter atau petugas medis di Puskesmas setempat. Atau hubungi Satgas Covid-19 di tingkat kecamatan untuk kemungkinan tindak lanjut. Teriima kasih
Aprilia from Kab. Semarang wrote on 17 December 2020, 11:28 AM
Halo pak, saya positif covid dan isolasi mandiri 14 hari dan saya sudah "merasa sehat". Di hari ke 14 saya menghubungi gugus covid dan menanyakan apakah bisa swab di puskesmas, jawabannya tidak bisa karena rumah sakit penuh, (jawaban tidak masuk akal karena saya mau swab, bukan minta dirawat dirumah sakit). jadi saya disarankan untuk isolasi 14 hari. Karena saya masih ada budget jadi saya swab mandiri. dan ternyata saya masih positif covid setelah saya isolasi 14 hari. Akhirnya saya isolasi mandiri 14 hari lagi. Tapi saya sudah tidak ada budget untuk swab ke 3 lagi dan saya tidak tau saya masih positif atau sudah negativ. Yang pasti saya butuh kembali ke aktifitas saya keluar rumah! Apakah memang pemerintah tidak menyediakan swab kembali bagi orang yang hasil swabnya jelas POSITIF covid ? Dan mau cek di puskesmas tidak bisa? saya yakin banyak orang yang tidak ada budget untuk swab lagi dan mereka masih dalam keadaan positif, dan mereka kembali beraktifitas seperti biasanya. Lalu bagaimana covid angkanya bisa menurun, jika yang JELAS positif berkeliaran. Terimakasih!
Admin Reply by: Junaedi
Dengan hormat, Menanggapi keluhan saudara, mohon dikirimkan data lengkap domisili saudara. Terima kasih.
Bondan Wicaksono from Ungaran wrote on 13 December 2020, 5:49 PM
Kepada yth Bupati Kabupaten Semarang. Nama saya Bondan dari desa Nyatnyono Ungaran barat mewakili dari pabrik kayu export di semarang ingin mengajukan kerjasama dalam pemanfaatan lahan/tanah milik pemda kabupaten Semarang untuk penanaman kayu BALSA dimana dalam usia 4 tahun sudah bisa dilakukan pemanenan. Mohon petunjuk dan pencerahanya semoga kita dapat bekerjasama dan saling menguntungkan. Terimakasih.
Admin Reply by: Junaedi
Dengan hormat, Menanggapi penawaran saudara, silahkan untuk mengirimkan surat dilengkapi data pendukung lainnya kepada Bupati Semarang. Terima kasih
Rizky from Ungaran wrote on 9 December 2020, 2:35 PM
Selamat Sore Bupati yang saya hormati , saya mau mengusulkan untuk dibangunkan sebuah Pasar khusus barang second . Seperti jaket , kaos , sweater , sepatu , dll . Bahwasanya di Ungaran ini belum ada pasar khusus barang second seperti yang ada di Bandung dengan pasar gedebage nya , di jakarta dengan pasar senen , pasar baru , pasar santa , dll , ada juga di temanggung dengan pasar parakan nya . Mohon direspon karena di ungaran banyak sekali penjual barang second tapi bingung mau jualan di mana karena mahalnya harga ruko dan sempitnya lahan buat dagang . terimakasih
Admin Reply by: Junaedi
Dengan hormat, Menanggapi permintaan saudara, disarankan untuk melakukan komunikasi dengan Dinas Koperasi UKM dan Perindag di nomor (024) 6921219 untuk kemungkinan realisasinya. Terima kasih