Berita KabupatenRuang AnakUmum

RATUSAN WARGA GOGIK IKUTI TRADISI MOT BANYU

DISKOMINFO-UNGARAN : Ratusan warga Dusun/Desa Gogik Ungaran Barat mengikuti tradisi mot banyu di areal hutan pinus lokawisata Air Terjun Semirang, Sabtu (6/7) pagi hingga siang.

Acara diawali dengan pembacaan doa di dua sumber mata air utama di Dusun Gogik, Semanggis dan Semirang. Seorang tokoh agama memimpin pembacaan doa dan diamini oleh para perangkat desa serta tetua desa. Setelah itu diadakan doa bersama seluruh warga yang hadir. Acara diakhiri dengan makan bersama dengan menu gecok kambing khas Dusun Gogik dicampur dengan sayuran khas  yang disebut warga dengan daun kuda.
Kepala Dusun Gogik, Rohadi Madib menjelaskan tradisi mot banyu merupakan lambang rasa syukur warga terhadap nikmat air bersih yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. “Harapannya sumber air tetap terjaga dan bisa mencukupi kebutuhan warga,” terangnya disela-sela acara.
Tradisi mot banyu ini dilaksanakan pada awal musim kemarau pada hari Sabtu pahing antara bulan Juni hingga Agustus disesuaikan dengan kondisi dusun. Menariknya, kambing yang dipotong dan dimasak haruslah memenuhi syarat tertentu. Yakni kambing kendit atau ada tanda seperti ikat pinggang di perutnya. Selain itu juga dibuat penganan khas berupa jadah kendit dari bahan beras ketan. Semua itu, lanjut Rohadi Madib, menjadi perlambang agar persatuan dan silaturahmi antar warga tetap merekat erat. Sedangkan kudapan lain bernama awug-awug yang juga terbuat dari beras ketan dan ada gula jawa ditengahnya juga menjadi penanda harapan warga. Agar kehidupan warga tetap berjalan dengan manis.
Menurut Rohadi, tradisi ini akan terus dilestarikan. Bahkan direncanakan akan dijadikan atraksi wisata budaya yang menarik wisatawan. “Kami berharap tradisi mot banyu ini juga dapat dilihat dan diikuti oleh warga di luar Dusun Gogik,” pungkasnya.(*/junaedi)

Comment here